KUMPULAN KAJIAN AYYUHAL WALAD

Oleh: Bu Nyai Isnayati Kholish

 

Kajian Romadlon Pertama, 23 April 2020 (Kitab ayyuhal walad)

Sekilas tentang kitab ayyuhal walad

PMerupakan kitab karya imam ghozali, beliau memiliki kunyah imam abul hamid.

PKitab ini merupakan hadiah utk santri yg mondok dengan beliau.

Tambahan

Pertanyaan: Mengapa kajian dalam pondok pesantren selalu diawali tawasul?

Jawaban:  Sebab tawasul dapat mempercepat terkabulnya doa, menjadikan sebab berkahnya ilmu kita, sehingga menjadi rutinitas yang bersifat wajib.

Hampir semua mushonif kitab, mengawali tulisannya dengan lafadz basmalah, ini mengandung hikmah jangankan untuk menulis kitab, untuk beribadah, bahkan untuk melakukan hal2 yang biasa kita lakukan setiap hari saja dianjurkan untuk mengingat Allah dengan membaca basmalah.

Yang mana kalimat basmalah merupakan kalimat mubarokah (kalimat yg mberkahi)

Ketika basmalah dituliskan di awal kitab maka tulisan tersebut akan jadi barokah (ziyadatul khoir ala al khoir)

Setiap perkara kehidupan yg tdk diawali basmalah maka al abtar terputus atau berkurang berkahnya

Alhamdu utawi sekabihe puji kang 4 perkara, yakni :

1. Qodim ala qodim (pujian Allah pada Allah)

2. Qodim ala hudus ( pujian Allah pada mahluk)

3. Hudus ala qodim (pujian mahluk pada Allah)

4. Hudus ala hudus (pujian mahluk pada mahluk)

Kita harus selalu berhamdalah atas hal2 yg diciptakan Allah berupa alam, hewan, dll.

Robbul alamin (Allah menguasai segala yang ia ciptakan, Allah tidak pernah melupakan kebutuhan ciptaanNya)

Hal yang tidak atau jarang manusia ketahui:

Allah menciptakan gunung qof bagaikan 70 gunung. Ada hamparan luas di belakang gunung qof warnanya perak disana hidup mahluk Allah.

Kedahsyatan Sholawat

Sholawat itu jimat untuk umat kanjeng nabi.

Pondok pesantren menerapkan psbb (Perbanyak sholawat berskala besar).

Kitab Ayyuhal Walad

Ada santri imam ghozali yang sudah lama mondok bernama wahid di pondok imam ghozali dia sibuk utk mencari ilmu, membacakan ilmu, dan dia menyempurnakannya dengan membaguskan diri (fadloilin nafs)

Dia berpikir harus dapat menyimpulkan sari ilmu dari imam ghozali. Mana yg perlu ia prioritaskan mana yg perlu saya tinggalkan. Sehingga dapat saya praktekan dalam kehidupan dikemudian hari.

Dia kemudian bersurat pada imam ghozali minta dinasehati atas apa yang harus dilakukan apa yg harus ditinggalkan supaya ilmunya manfaat.

Sebenarnya kitab ihya ulumuddin sudah dapat menjawab masalah2nya, namun ia meminta imam ghozali untuk menuliskan waroqoh mengenai bekal2 yang harus dimiliki santri yang akan boyong kemudian terkaranglah kitab ayyuhal walad ini.

Hikmah dari cerita ini adalah kita selamanya adalah santri yg mana kita harus bertaaluq pada guru, tidak usah risau akan masalah2 yang kita hadapi karena kita punya panutan guru yang merupakan penyambung lidah dari salafunas sholih, yang mana sumbernya adalah kanjeng nabi.

Kemudian diakhir kajian ini ditutup dg membaca li khomsatun.

Kajian Romadlon ke-2, Sabtu 24 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Kajian dibuka dengan syair marhaban ya Ramadhan

Kitab ayyuhal walad adalah kitab yang istimewa, sebab kitab ini dikarang khusus dihadiahkan untuk santri terkasihnya.

Ayyuhal walad wa yuhhibul aziz (wahai ananda yang mulia) ini merupakan bentuk kedekatan Imam ghozali dengan santrinya, bentuk penghormatan imam ghozali terhadap santrinya.

Hubungan santri dengan guru itu layaknya hubungan seorang ayah/ibu dengan anaknya.

Santri yang menyurati imam ghozali ini adalah santri kebanggan beliau. Karena ketawadluan santri tersebut ia merasa berat meninggalkan imam ghozali selaku gurunya, jika boyong tanpa nasehat dan wejangan-wejangan dari beliau.

Pertanyaan: Mengapa Imam ghozali sangat menyayangi santrinya ini, bahkan sampai dikarangkan kitab?

Jawaban: karena ketawadluannya, dan disini sangatlah jelas bahwa ahlaq santri tersebut orientasinya sudah bukan dunia lagi, melainkan ukhrowi. Orang yang orientasinya ukhrowi tidak akan meninggalkan dunia dengan semaunya sendiri. Selain itu ia berinisiatif meminta dan terlihat haus akan ilmu pengetahuan. Santri tersebut juga punya taaddub yang luar biasa, untuk boyong saja ia berpamitan meminta nasehat wada’ (cekelan pitutur).

Bahkan imam ghozali mendoakan agar santrinya panjang umur, dan tetap dalam jalan orang-orang sholih.

Sebagai pembuka imam ghozali dawuh “wahai anakku nasehat yang panjang aku tuliskan ditengah risalah ini, akan tetapi jika kamu menemukan nasehat yang sama atau pernah kamu temui nasehat ini, sebenarnya kamu tidak butuh nasehat saya karena kamu sudah tahu”.

Imam Ghozali juga mengarang kitab Risalah Al Laduniyah, merupakan sanggahan atas orang-orang yang tidak mempercayai adanya ilmu ladunni. Tidak ada ilmu laduni itu bohong, dikarenakan imam Ghozali mendapatkan ilmu laduni dari pengalaman pribadi .

Imam ghozali mendapatkan ilmu ladunni setelah membersihkan jiwanya. Ketika imam ghozali menjadi imam besar, adiknya imam ahmad malah selalu sholat munfarid, beliau melihat di perut imam ghozali banyak darah, sehingga ia tidak yakin akan makmum pada beliau. Ketika sholat tadi imam ghozali memang sedang memikirkan mengenai hukum mutakhayyiroh. Lalu imam ghozali bertanya mengapa adeknya bisa melihat hal tersebut? Adeknya menjawab karena berguru pada tetangga yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu. Akhirnya imam ghozali pun berguru pada beliau, inilah menunjukan ketawadluan imam ghozali.

Imam ghozali disuruh membersihkan kotoran dengan tangannya, akan tetapi karena beliau jijik beliau menyingsingkan lengannya, dan hal tersebut terlihat oleh gurunya. Tapi malah gurunya juga ngendikan bahwa beliau ingin imam ghozali melepaskan bajunya untuk membersihkan kotoran tersebut.

Saat itulah ilmu guru tersebut meresap pada diri imam ghozali, setelah imam ghozali pulang imam ghozali memperoleh ilmu ladunni.

Tanda berpalingnya Allah terhadap hambaNya, adalah Disibukkan dengan perkara yang tidak ada manfaatnya.

Nasehat pertama

Mengenai efisiensi waktu, menggunakan waktu sebaik-baiknya sebab waktu adalah harta yang paling mahal.

Syekh hasan al banna “waktu adalah kehidupan, menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidup”.

“siangmu itu adalah tamumu, maka hormatilah tamumu isilah waktumu dengan baik”.

Waliyullah robiatul adawiyah “wahai manusia, kalian semua hanyalah kumpulan-kumpulan hari, kalau satu hari berlalu saja maka akan hilang sebagian dirimu”.

Waktu sangat penting, karena orang fasiq pun mulia sebab masih diberi waktu kesempatan oleh Allah menuju jalan kebenaran.

Imam ar-razi saking memanfaatkan waktunya, maka ketika beliau dahar beliau malah menyesal karena waktunya yang seharusnya digunakan untuk mutholaah malah digunakan untuk dahar.

Kajian Romadlon ke-3, Ahad 25 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Tambahan nasehat pertama tentang waktu

“Barang siapa yg umurnya mencapai 40 th, ttp kebaikannya tdk mendominasi dirinya maka bersiaplah menuju neraka”.

Pertanyaan: Mengapa 40 tahun?

Jawaban: Karena puncak kehidupan manusia terbentuk sempurna baik secara spiritual ataupun non spiritual saat usia 40 th.

Doa orang yg mencapai umur 40 th

"Ya Allah beri aku petunjuk supaya dpt mensyukuri nikmat, tuntun aku dalam keridloanMu, danberikan kepadaku dan pada anak cucuku kebaikan".

Nasehat kedua (shohifah 3 tengah)

Wahai anakku memberi nasehat itu mudah, yang susah yaitu menerima nasehat.

Pertanyaan: Mengapa menerima nasehat itu susah?

Jawaban: Menerima nasehat itu berat bagi orang yg suka menuruti hawa nafsu.

Hawa nafsu sebenarnya bukan musuh kita, musuh kita hanya satu yaitu syaithon.

Nafsu diberikan Allah pada kita agar kita kelola, tidak kita hinakan.

Semua manusia memikiki 7 nafsu yang harus dipimpin, yaitu:

1. Nafsu Ammaroh (nafsu yang mengajak utk melanggar).

Tempatnya ada dibagian dada agak kiri. Diibaratkan sebagai sifat kebinatangan manusia. Nafsu ini mengajak manusia utk berbuat kejahatan dzohir maupun batin.

2. Nafsu Lawwamah (nafsu setan, yang mengajak pada kefasikan)

3. Nafsu Mutmainnah ( dorongan utk melakukan kebajikan)

Seorang penjahatpun punya nafsu mutmainnah, karena pada dasarnya manusia itu bersifat hanif. Penjahatpun tidak ingin anaknya menjadi penjahat.

4. Nafsu Mulhimah/Mulhamah (dorongan utk bersikap murah hati, ramah, beradab, sopan).

Ciri2nya:

a. Ketika maksiat ia selalu mengangan-angan adzab neraka dan nikmat surga

b. Meskipun berat melakukan kebaikan, tapi ia selalu bermujahadah

c. Sifat tercelanya masih keluar-masuk tapi ia mengenalinya, dan selalu berusaha meninggalkannya.

5. Nafsu Rodliyah ( dorongan untuk mencintai Allah: zuhud, ikhlash, wirai)

Ciri2nya:

a. Menghindari maksiat

b. Menjalankan ibadah sunnah bagaikan suatu kewajiban

c. Dosa kecil dianggap besar.

d. Kata2nya manis, tidak pernah menyakiti orang lain.

6. Nafsu Mardliyah (nafsu dicintai Allah), Termasuk maqom tertinggi dari nafsu rodliyah.

Ciri2nya:

a. Semua yg ia lalukakan diridloi Allah

b. Dzikirnya bukan lisan lagi, tapi dzikir rahasia, dan dzikirnya tdk trganggu oleh alam dzohir

c. Maqom fana',  yang dilihat hanya jamaliah saja

7. Nafsu Kamilah (Jiwanya sudah sempurna). Maqomnya anbiya' dan mursalin.

Ciri2nya:

a. Dapat merubah ahlaq manusia ke ahlaq yg lebih baik

b. Meyakini yg maujud (ciptaan) akan kembali pada yg wujud (Allah)

c. Maqom baqo' (jiwanya adl cerminan dari Allah).

Kajian diakhiri dengan doa kafarotul majlis.

Kajian Romadlon ke-4, Ahad 26 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Menuruti hawa nafsu tanpa kendali dapat melemahkan sistem syaraf kita.

Seseorang tidak dapat menerima nasehat karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, menjadi budak dari hawa nafsu itu sendiri. Orang yg sulit menerima nasehat itu ada 3, yaitu:

1. Orang yg sibuk mencari ilmu rasm (mementingkan ilmu dzohir)

2. Orang yang sibuk menunjukan kehebatan dirinya

3. Orang yg sibuk mencari kemewahan atau kesenagan harta dunia.

Mereka yang susah menerima nasihat memiliki keyakinan bahwa dengan hanya mengandalkan ilmu rasm mereka dapat selamat, bahkan dapat mencapai segala tujuannya, dan ini merupakan cara pandang i’tiqod yang salah, karena ini cara pandang i’tiqod falasifah.

Siapa kaum falasifah itu? Yaitu ahli falasifah, orang2 yang mendalami ilmu filsafat (filosof)

Para filosof itu banyak benarnya banyak pula salahnya. Sehingga dalam menyanggah kaum falasifah imam ghozali secara khsus mengarang kitab yang bernama tahafutul falasifah (kerancuan berpikir kaum falasifah).

Contoh kerancuan pemikiran kaum filsafat:

1.      Menganggap bahwa ilmu rasm dapat menyelamatkan hidupnya

2.      Mendudukan alam sebagai qodim

3.      Tidak percaya akan kebangkitan jasmaniyah

4.      Mereka menganggap Allah hanya mengetahui hal partikuler secara universal, tidak detail.

Ada orang yang dimimpikan imam junaid dalam tidurnya, setelah imam junaid wafat. Lalau orang tadi bertanya, bagaimana kabarmu wahai syekh abu qosim? Kabarku baik, tapi ternyata amal ibadahku berupa kata2 mutiara yg kuciptakan, ilmu batin yang kupunyai ternyata disisi Allah tidak begitu bernilai [rusak pahala ibarot (ilmu dzohir) tadi]. Tapi justru yang menyelamatkanku dalam amal qubur adalah beberapa rokaat kecil yang kulakukan ditengah malam.

Imam junaid al baghdadi (kunyah: abu qosim) mengajak kita untuk selalu menunaikan sholat malam (tahajud) agar mendapatkan kemanfaatan di dunia, di akhirat, dan di hari kiamat.

Tahajud merupakan ciri khas orang sholih. Mengapa begitu? Sebab orang fasik pun punya amalan2 baik. Orang2 sholih melakukan apa2 yg mereka lakukan, tapi orang fasik tidak bisa melakukan amalan2 orang sholih, misalnya tahajud.

Tahajud tercantum dalam al quran pada surat an naml.

Sholat tahajud hukumnya sunnah muakkad, bahkan untuk para nabi hukumnya wajib.

Jasa Imam junaid (hidup pada abad 3H) salah satunya mampu mempertemukan antara ilmu fiqih dan ilmu tasawuf.

Kisah pengangkatan imam junaid menjadi wali, awalnya beliau adalah pegulat yg hebat (olahragawan), khalifah mengadakan sayembara siapa yg dapat mengalahkan imam junaid akan mendapat hadiah yg luar biasa, walaupun begitu iming2nya tidak ada yg berani mendaftar, namun ada 1 penantang yaitu orang tua berumur 65 th. Akhirnya perlombaan diselenggarakan dan ditonton oleh khalayak umum, orang tua ternyata adalah dzuriyyah kanjeng nabi. Sebelum permainan gulat tadi dimulai. Syekh berbisik “hai junaid.. kamu tau aku orang tua, aku melakukan ini terpaksa karena stok makananku habis, jadi aku ingin memperoleh hadiah itu utk menafkahi keluargaku, aku dzuriyyah kanjeng nabi, maka nanti kamu pura2 kalah saja”. Setelah kejadian itu imam junaid mendapat celaan masyarakat. Setelah itu imam junaid dimimpikan Rosululloh. Dimimpi trsbt nabi muhammad berterimakasih, setelah kejadian itu imam junaid diangkat menjadi wali.

Imam ghozali “kalau sudah punya ilmu jangan sepikan dari amal, namun ketika sudah mampu mengamalkan dijaga amalmu jangan sampai jadi muflis”. Jangan sampai kamu menjadi ahli ibadah yg berilmu tapi bangkrut, jangan pula kamu menjadi golongan yang khaliyan (jauh dari keadaan rohani), jangan sampai amal syariatmu rusak tanpa rasa.

Kapan saatnya kita memanfaatkan ilmu? Setiap saat jangan sampai apapun yg kita lakukan tanpa ilmu (tanpa bernilai ibadah). Inilah beramal dengan ilmu bukan dengan hawa nafsu, dengan begini tidak akan muflis.

Percayalah ilmu yang disepikan dari amal tidak akan dapat menolongmu di hari kiamat (tidak ada manfaatnya). Analoginya ada pemuda kuat yang memiliki 10 pedang yg tajam, dan punya senjata lain utk melindungi dirinya, pemberani, dan ahli perang semisal dia diserang hewan buas pastinya org tadi tidak selamat kecuali dengan memainkan senjatanya utk menyerang hewan buas tadi.

Hadits Rosul “Orang yang bangkrut adalah org yg datang membawa banayak amal sholih teatpi ia dzolim (haqul adam harus kita jaga)”.

Kajian Ramadlon ke-5, Kamis 27 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Shohifah 4, sebuah syiiran oleh Imam Ghozali berbahasa persia. Kemudian Syekh muhammad amin al kurdi menerjemahkan syair tadi ke bahasa arab.

“Andai kamu menimbang 2000 botol minuman keras tapi kamu tidak meminumnya ya tidak mabuk, sebuah analogi bahwa kalau kita tidak mengamalkan ilmu akan sia-sia. Seandainya kamu mempelajari ilmu 100 tahun, dan kamu berhasil mengumpulkan 1000 kitab jika tidak kau amalkan maka kamu tidak tergolong orang yang bersiap mendapat rahmat Allah”.

Imam ghozali menukil beberapa ayat dari Al quran, agar kita berusaha mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh.

Imam ghozali memberi nasehat, mengenai pentingnya mengamalkan hal yang telah kita ketahui. Betapa tidak ada gunanya ilmu yang luas jika tidak diamalkan, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakan ( Al quran surat an najm ).

Hayati rukun islam, sebab rukan islam merupakan perkara yang tidak boleh kita tinggalkan. Di dalam 5 pilar rukun islam tadi terbagi menjadi 4:

1.      Syahadat, amalun iqtiqodiyatun (keyakinan yang harus diyakini dengan benar)

2.      Amalun badaniyatun, yaitu sholat dan puasa

3.      Amalun maliyatun, yaitu zakat

4.      Kombinasi antara amalun badaniyatun dan amalun maliyatun, yaitu haji.

Kita harus bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, dan meyakini Kanjeng Nabi sebagai utusan Allah. Artinya: Rosululloh adalah perantara, kita wajib taat pada perintah Rosululloh, kita wajib percaya dengan syariat yang dibawa kanjeng Nabi, dalam beribadah kita harus mengijuti syariat Nabi.

Jangan pernah mengkritisi hukum Allah, karena itu mutlak kebenarannya.

Syaikh Abdul Qodir Al jailani “Romadlon terdari dari 5 huruf, ro’ ridwanullah (ridlo Allah), mim mahabbatullah (kecintaan Allah),dlold dlomanullah (dalam jaminan Allah), alif ulfah (kasih sayang Allah), nun nurullah (dalam cahaya Allah).

Puasa ada 2 macam:

1.      Hakikat, tidak ada batasannya

2.      Syariat, ada batasannya ( sejak imsak hingga iftor magrib)

Puasa adalah ibadah yang agung sebab Allah sendiri yang mencatatnya, bahkan malaikat tidak bisa mencatatnya.

Kajian Ramadlon ke-6, Kamis 28 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Iman yaitu uacapan dalam lisan, dan keyakinan didalam hati, dan menjalankan amalan dengan anggota tubuh. Seluruh kandungan isi Al-quran kandungan terbanyaknya adalah tentang amaliah.

Kita masuk surga bukan karena amal, tetapi karena dapat fadlol, rahmat, dan kedermawan Allah. Walaupun yang menyebabkan masuk surga adalah rahmat Allah, namun hal itu adalah setelah seorang hamba bersiap menjemput rahmat Allah dalam menghamba pada Allah.

Menghamba pada Allah adalah mulia. Yang mana tujuannya adalah mencari keridloan Allah, karena sesungguhnya ridlo Allah dekat bagi orang yang membaguskan diri. Wahai rombongan yang mendapat ridlo Allah (muhsinin) masuklah surga, nanti kenikmatanmu akan disesuaikan dengan amalmu.

Ada orang musyrik, orang ahli maksiat yang dapat rahmat Allah tapi juarang, makanya tidak boleh dibuat dalil andalan.

Iman itu tidak cukup dengan percaya dan yakin, tetapi juga diucapkan (kisah Abu Tholib), dan juga dijalankan dengan perbuatan seluruh anggota badan. Tidak sah iman seseorang sebelum hatinya lurus, tidak akan lurus hati seseorang sebelum lisannya baik, sehingga hal ini merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Pentingnya iman dengan qoul, ada sebuah kisah usamah bin zaid bin haritsah sedang mengikuti perang dia menghadapi lawan perang dan terdesak, ketika zaid mau menusukkan perangnya musuh tadi mengucapkan syahadad, tapi zaid tidak peduli dan tetap dibunuh. Hal ini diketahui Rosululloh. Kemudian rosululloh bertanya dan memastikan. Kemudian menjelaskan andaikan kamu buka dadanya kamupun tidak akan tahu ucapan syahadadnya tadi ikhlash atau tidak. Rosululloh menyesalkan hal ini. Wahai usamah besok apa yang akan kau pertanggung jawabkan besok? Usamah ketakutan, dan meminta untuk dimintakan maaf pada Allah.

Iman adalah hal yang patut dijaga. Sebab iman itu bisa bertambah dan berkurang.

Kajian Ramadlon ke-7, Kamis 30 April 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Tingkatan beribadah pada Allah/ Tingkat keikhlasan seseorang dalam beribadah:

1.      Ibadatul abid: Seseorang melakukan ibadah tujuannya karena takut pada Allah (tingkatan paling rendah)

2.      Ibadatut tujjar: Seseorang yang melakukan ibadah dengan tujuan agar mendapat pahala dimasukan surga.

3.      Ibadatul akhyar: seseorang yang melakukan ibadah karena malu pada Allah atas kenikmatanNya, ingin menjalankan kewajiban sebagai hamba.

Motivasi melakukan kebaikan, karena:

1.      Malu pada Allah atas kenikmatannya

2.      Menjalankan kewajiban sebagai hamba (beribadah)

3.      Syukur atas nikmat Allah, ada dua kenikmatan yang sering dilupakan: nikmatul ijad (nikmat bersyukurnya kita telah diwujudkan menjadi manusia), nikmatul imdad (nikmatnya manusia ketika dicukupkan kebutuhannya oleh Allah)

Abadikalah kebaikanmu dengan melupakannya (Gus Mus)

Pertanyaan: Baik mana ibadah disertai khauf atau roja’?

Jawaban: Imamuna ghozali ngendikan bahwa lebih baik karena roja’ sebab orang yg mengharapkan pahala lama kelamaan akan timbul mahabbah, sedangkan orang yg khouf bisa saja lama-lam putus asa, dan bosan beribadah.

حاسبو انفسكم قبل ان تحاسبوا  (hitunglah amalmu terlebih dahulu sebelum menghitung amal orang lain).

Barang siapa yang menyangkan bahwa tanpa rajin bisa sukses, maka ia sedang berkhayal.

Barang siapa menyangka bahwa dengan kesungguhannya ia bisa meraih sukses maka ia adalah orang yang sombong.

Maksud ibadah disini adalah menjalani kehidupan, sebab kehidupan kita bisa bernilai ibadah jika diniati, yakni mengikhlaskan segala yang telah Allah beri.

Meninggalkan amal karena takut disangka ahli ibadah itu termasuk riya’

Melakukan ibadah agar dipuja manusia termasuk syirik (khudlor bin iyadl).

Bagaimana agar ikhlash:

1.      Meminta ikhlash

2.      Paksa beribadah, insyaAllah dapat barokah jadi ikhlash.

Ada rumus ikhlash yang disesuaikan dengan rumus matematika:

Apa yang kita berikan

Harapan

Misal : a. kita memberi satu dibagi harapan 1 = 1

            b. kita memberi satu dibagi harapan 10 = 0.1

            c. kita memberi satu dibagi harapan 0 = tak terhingga

 “berharap surga tapi tidak berusaha itu dosa”

“tanda2 hakikat adl meninggalkan berharap pahala, bukan meninggalkan pahalanya”

(syekh hasan)

Kajian Ramadlon ke-8, Jum’at 01 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Imam Ghozali, “orang cerdas bukanlah orang yang tingkat dan nilai kepintarannya tinggi, tetapi hakikat orang cerdas adalah orang yang berhasil menundukkan hawa nafsu yang buruk, menundukan egonya, dan senantiasa mengingat ajal. Yang mana dibuktikan dengan tindakan2nya yang berdasarkan pada niat yang tepat. Apapun yang ia lakukan segalanya diniatkan ibadah.

Dalam menghadapi mati, ada dua pandangan manusia:

1.      Pesimis, sehingga selalu melupakan mati (manusia secara umum)

2.      Optimistis, makrifat dia cerdas karena memahami dirinya sendiri

Imam ghozali ketika fajar sholat shubuh seperti biasa, ia menyucikan diri, menyuruh adiknya imam ahmad untuk mengambil kain kafan lalu ia menciumnya dan beliau tenang dan mempersiapkan dirinya.

Bagi orang-orang yang makrifat, tiada hari tanpa mengingat mati. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya kematian adalah tempat bertemunya seorang kekasih pada kekasihnya.

Pertanyaan: Seberapa penting menata niat?

Jawab: penting sekali, lihat saja betapa banyak orang yang bermujahadah tetapi sia2 saja sebab tujuannya semata hanya karena kenikmatan dunia.

Terdapat 3 golongan manusia dalam memaknai hidup:

1.      Hidup hanya sekali, yang membatasi adalah waktu, tidak ada kehidupan setelah itu.

2.      Tahu dan percaya akhirat itu ada, tetapi amat sangat mencintai dunia dan lalai terhadap akhirat

3.      Melihat dunia sebagai ladang, yang akan dipanen kelak di akhirat.

Kajian Ramadlon ke-9 , Sabtiu 02 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Dalam kitab injil Nabi Isa disebutkan hal yang pertama kali dipertanyakan Allah adalah mengapa kamu menggunakan nikmatku untuk mencari nama baik dihadapan manusia, ketika dalam keramaian kamu mencari cinta manusia, tapi dalam kesepian kamu tidak menjaga namamu dihadapan Allah, padahal yang kamu lakukan semua itu adalah modal dari Allah.

Besok dihari kiamat yang akan ditanya Allah adalah orang yang mati syahid. Dalam shohih bukhori ada kisah 3 orang yang sangat sholeh, yang pertama mujahid fii sabilillah. Lalu ditanya Allah apa motivasimu melakukan ini semua? kareMu Ya Allah..Tidak, kamu melakukan itu semua karena manusia, kamu sudah mendapatkan balasannya di dunia kamu dielu2kan di dunia. Kemudian yang kedua adalah para alim ulama, kemudian ditanyakan pada laki2 kedua tadi, ternyata sama motivasinya adalah hanya karena dunia. Akhirnya mereka berdua masuk neraka. Yang ketiga adalah laki2 dermawan. Namun sama juga tujuannya li ajli annas.

Orang berilmu tapi tidak mengamalkan itu dianggap gila, karena bahaya orang beribadah tanpa ilmu, karena akan berpotensi merusak daripada memperbaiki. Karena dengan ilmu kita dapat mengenal Allah. Ilmu adalah pemimpin, amal adalah pengikutnya. Al ilmu imamamun, wa amalun tabiuhu.

Ibadah ghoiru mahdloh harus diniati agar bernilai ibadah.

Imam bukhori, ilmu dulu baru bicara baru bertindak. Al ilmu qoblal qoul wal amal. Seperti dalam al quran fa’lam annahu wa astagfirullah min dzanbik al-ayat...

Kajian Ramadlon ke-10 , Ahad 03 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Ilmu bisa menjadi manfaat bisa juga madlorot, tergantung pada bagaimana kita mengusahakan proses menuntut ilmu.

Dalam kitab Hidayatul Hidayah, imam ghozali menggolongkan 3 jenis penuntut ilmu:

1.      Bersungguh-sungguh dan haus akan ilmu sebab mencari bekal dunia-akhirat

2.      Bersungguh-sungguh akan tetapi ilmunya hanya sampai kepada tujuan kedudukan atau kemuliaan duniawi

3.      Haus ilmu, merasa lemah tanpa ilmu akan tetapi nafsunya mencari ilmu itu dikuasai syaithan.

Di dalam hatinya terbesit anggapan kebanggan kepada diri sendiri sebagai orang yang sholeh, merasa dengan banyaknya pengikut dan pengagum menjadikan merasa penuh rahmat dan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Ia tertipu oleh dirinya sendiri, amal sholeh yang ia lakukan tidak lain hanya karena mencari kemuliaan atas dirinya sendiri.

Ketika pengalaman ilmu seseorang didasarkan niat untuk memuliakan dirinya sendiri sesungguhnya ia sedang melemahkan agamanya.

Imam ghozali berpesan tempatkan semangat menuntut ilmu itu pada ruhmu, bukan pada nafsumu.

Hawa nafsu perlu ditundukkan bukan dihilangkan apalagi dibunuh.

Sebab adanya nafsu juga bagian dari manusiawi, namun denikian kita tidak boleh  lupa bahwa sifat dari nafsu adalah melus, nafsu tidak akan pernah terpuaskan oleh karena itu ia harus ditundukkan.

Kajian Ramadlon ke-11 ,Senin o4  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Imam ghozali mencuplikan kata mutiara abu bakar ash shidiq yang mana menganalogikan jasad manusia itu bagaikan sangkar bungkur atau kandang hewan. Maka ketika diberi perintah segera melaksanakan ketika diberi nasehat mudah menerima. Bahkan arsy bergunjang saat saad bin muadz wafat, beliau adalah sahabat yang menyatakan keislamannya satu tahun sebelum hijrah ke madinah. Beliau mudah terketuk hatinya dalam menjemput hidayah Allah untuk masuk islam.

Penduduk neraka berteriak pada penduduk surga agar diberi sedikit makanan mereka. Hasan bashri setiap apapun yang dilakukan selalu ingat akhirat.

Syekh hasan bashri makan saja ingat akhirat. Minum enak ingat neraka bahwa penduduk sangat mengingkan itu. Hasan al bashri kedua orang tuanya adalah budak. Ibunya budak kesayangan dari ummu salamah. Bapaknya budak dari zaid bin tsabit. Yang memberi nama hasan adalah ummul mu’minin ummu salamah. Nama aslinya adalah hasan bin yasar.

 

 

Kajian Ramadlon ke-12 ,Selasa o5  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Jangan tinggalkan sholat tahajud dan memperbanyak istigfar pada waktu sahur atau menjelang menjelang shubuh sebagai rasa syukur.

Ada 9 kemuliaan dari tahajud ( 5 di dunia dan 4 di akhirat), yakni:

1.      Dijauhkan dari segala musibah

2.      Diperlihatkan bekas ketaatan dalam wajahnya

3.      Allah menitipkan rasa sayang kepada ahli tahajjud

4.      Bicaranya penuh dengan kebijaksanaan

5.      Allah menjadikan ahli tahajud menjadi orang yang faqih

6.      Bangkit dari kubur berwajah putih bercahaya

7.      Dipermudah hisabnya

8.      Ketika melewati shirotol mustaqim diberikan karomah bagaikan kilat menyambar

9.      Diberikan catatan dari arah kanan

Ada 3 suara yang dicintai Allah:

1.      Suara ayam jago di pagi hari

2.      Suara orang yang membaca al quran

3.      Suara orang yang membaca istigfar pada waktu sahur

Kajian Ramadlon ke-13 ,Rabu 06 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

(Shohifah 9)

Imam Ghozali “wahai anakku dalam melakukan ketaatan, ibadah kita tidak boleh semaunya sendiri karena ibadah itu harus mutabaah (ikut bagaimana Rosululloh memberi syariat”.

Contoh: kamu puasa di hari lebaran itu tidak boleh karena harom

            Atau kamu sholat pakai sjadah ghosob itu juga tidak boleh

Mengapa begitu?

Karena ibadah itu ada syariatnya (aturan main), karena ibadah itu bersifat tauqifiyyah.

Apa itu tauqif?

Tidak ditetapkan dan tidak diamalkan kecuali dengan anjuran dalam Al qur’an dan hadits.

Syariat itu terkadang tidak tertulis secara shorih dalam al qur’an hadits makanya kita membutuhkan ulama untuk mengartikannya.

Oleh karena itu kita harus mengikuti ulama’ tsiqqoh (muttasil ila rosulillah).

Hukum asal adat adalah tidak dilarang, kecuali untuk syariat yang telah dilarang Allah.

Ingatlah! Berhati-hatilah jangan sampai terbawa perilaku kaum sufiyah yang sesat, karena jalan menuju Allah harus menetapi syariat dengan mujahadah.

Karena ibadah adalah hak Allah, yang menjadi kewajiban hambanya.

Yang mana manfaat dari ibadah tadi juga kembali untuk hamba.

Maka Allah kembali mengingat dalam Al quran “barang siapa yang serius bermujahadah, sesugguhnya ia sedang bermujahadah untuk dirinya sendiri”.

Imam ghozali “menjadi apapun kalian, jangan sampai kalian terbawa oleh perbuatan sufiyah yang sesat”

Siapa kaum sufiyah? Orang yang menjalani hidup dengan ilmu tasawuf.

Ada kaum sufiyah yang sesat, tapi tidak semua, imam ghozali pun sufiyah.

Dalam kitab futuhatul ilahiyah “bertasawuf tanpa ilmu fiqih maka menjadi zindiq, begitu pula menjalani fiqih tanpa tasawuf maka akan menjadi fasiq, dan yang menggabungkan keduanya dia adalah ahli hakikat”

Ilmu tasawuf (ilmu batin) yaitu ilmu untuk mengetahui perilaku hati, membagusi hati (membentuk ahlak mulia).

Lalu mengapa imam ghozali mengatakan ada yang sesat? Karena ada beberapa golongan yang melakukan tasawuf tanpa ilmu fiqih yang disebut mulamatiyah/malamatiyah.

Lalu apakah mulamatiyah sesat?

Imam abu yazid al-busthomi juga mulamatiyah, maksudnya dia terlihat buruk di mata manusia (melakukan hal-hal yang tidak semestinya).

Imam abu yazid al busthomi pernah ketika beliau ke hijaz sangat dihormati orang-orang, tetapi beliau malah terganggu dengan hal itu dengan beliau memakan kue saat bulan romadlon, saat itu orang-orang meninggalkannya.

Makanya disini kata2nya jangan terbujuk, karena beliau aslinya bukan sesat hanya saja tidak ingin di hormati manusia. Makanya kaum mulamatiyah tidak boleh diikuti manusia biasa.

Buah dari ilmu tasawuf adalah sucinya hati, dan ma’rifatullah (tahalli, takhali, tajalli)

Rukun tasawuf ada 4:

1.      Mencegah penganiayaan manusia

2.      Sabar dengan kebrutalan, celaan orang lain

3.      Jernihnya hati

4.      Berlaku zuhud

Pokok dasar tasawuf ada 5 (kitab futuhatul ilahiyah):

1.      Selalu bertaqwa dalam keadaan apapun

2.      Mengikuti sunnah nabi

3.      Tidak bergantung pada manusia

4.      Selalu ridlo dengan pemberian Allah

5.      Semuanya dikembalikan pada Allah

Kajian Ramadlon ke-14 ,Kamis 07  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Wahai anakku ketahuilah tidak semua pertanyaanmu harus ku jawab, karena jawabannya akan kau ketahui ketika kamu merasakannya. Karena beberapa pertanyaanmu bersifat dzauqiyah.

Dzauq itu perasaan, sesuatu yang bersifat dzauq itu tidak bisa dijelaskan.

Misalkan cinta, tidak dapat dijelaskan, andai di verbalkan pun tidak akan tersampaikan makna sepenuhnya.

Dazuq dalam hazanah orang yang ma’rifat yaitu perasaan yang merasuk dalam qolbu ahli ma’rifat sebagai sensasi kenikmatan dalam menjalani ibadah.

Makanya dzauq dan baper beda. Baper itu hanya kebawa perasaan.

Contoh baper adalah ibadah sampai menangis saking khusyu’ nya.

 “Wahai hamba Allah, manusia ibarat suatu persinggahan. Setiap pagi selalu ada tamu yang hadir baik kesedihan maupun kegembiraan”. (Jalaluddin ar-rumi)

Hal ini berarti bahwa perasaan dan jiwa adalah suatu unsur yang berbeda (suatu unsur yang berdiri sendiri).

Perasaan yang datang dan pergi tadi disebut perasaan baper (perasaan semu/ghurur)

Lalu bagaimana membedakan antara perasaan dan dzauq yaitu tergantung pada apa yang dipandang jiwa/ mata hati, juga tergantung pada apa yang diingat hati saat berdzikir.

Lalu bagaimana solusi ketika kita beribadah menangisi masalah bukan menangis karena Allah?

Yaitu dengan meresapi makna doa, dan banyak mengingat Allah

Dengan dzauq rasa-rasa yang datang tadi akan tetap tuma’ninah.

Kajian Ramadlon ke-15 , Jum’at 08  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Syarat yang harus dimiliki oleh seorang shalik:

1. Mempunyai i'tikad yang kuat

2. Taubat nasuha.

Kebanyakan waliyullah adalah orang yang bermaksiat tetapi bertaubat, karena Allah menyukai orang-orang yang taubat. Ciri-ciri orang yang bertaubat adalah mencegah lisannya dari hal yang jelek, dalam hatinya tidak ada rasa benci, meninggalkan teman-temannya yang buruk, dan memperbanyak bekal akhirat.

3. Menyelesaikan pertikaian dengan musuh, sehingga tidak ada hak orang lain pada kita

4. Memahami ilmu ma'rifat.

3 ilmu yang wajib dipelajari:

1. ilmu yang menjadikan sahnya ibadah (ilmu fiqih)

2. Ilmu yang menjadikan sahnya aqidah (ilmu tauhid)

3. Ilmu yang menjadikan hati menjadi bersih

Imam Al-Ghazali bercerita tentang Syekh as sibli telah mempelajari ribuan hadist, dan suatu ketika imam as sibli menemukan 1 hadist yang menyimpulkan dari semua ilmu yang telah dipelajarinya. Hadist itu berbunyi "bekerjalah kamu untuk duniamu selama kamu menempatinya, beramalah untuk akhiratmu sesuai kebutuhanmu kepada allah, beramalah kamu untuk neraka, sesuai kemampuanmu menahan panasnya neraka”.

Kajian Ramadlon ke-16 ,Sabtu 09  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Nasehat dari Imam al-Ghazali

"jika kamu sudah mendengar hadits yang telah kusebutkan, maka kamu tidak perlu ilmu lagi, tapi jangan meninggalkan mendengarkan cerita, siapa tau kamu mendapat motovasi darisana"

Menjadi bahagia itu mudah, hanya saja pikiran kita yang rumit, pikiran kita terlalu jauh keluar (syekh alwi).

8 mutiara syekh hakim al-ashom yang didapat dari syekh alwi al-ahkhi

         1.         Cintai temanmu yang akan menemanimu sampai akhirat, yakni amal sholeh. adapun syarat amal sholeh yang diterima yakni (harus beriman, ikhlas

(tanpa ria), tidak semaunya sendiri harus ada aturan). Misal mendoakan orang tua.

         2.         Barang siapa yang meninggalkan hawa nafsunya, maka syurga tempat kembalinya.

Kajian Ramadlon ke-17 ,Ahad 10 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

         3.         Mentashorufkan benda atau harta di jalan Allah

4.      Anjuran untuk menjadi orang yang bertaqwa

5.      Ridlo dengan apa yang diberikan Allah kepada diri sendiri maupun orang lain.

Yang bisa merasakan manisnya iman, adalah:

a.         Orang yang ridlo Allah menjadi Tuhannya.

b.        Orang yang ridlo Islam sebagai agamanya

c.         Orang yang ridlo Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

Kajian Ramadlon ke-18 ,Senin 11 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

6.      Jadikan syaithon sebagai musuh dan janganlah sekali-kali kamu menjadikan manusia sebagai musuh.

Syaithon secara bahasa artinya “yang jauh”. Dahulu setan adalah hamba yang taat, bahkan hingga mendapat beberapa julukan:

a.       Oleh penghuni langit pertama, ia dijuluki al abid atau ahli ibadah

b.      Oleh penghuni langit kedua, ia dijuluki az-zahid atau hamba yang zuhud

c.       Oleh penghuni langit ketiga, ia dijuluki al-arif atau hamba yang mengenal Allah

d.      Oleh penghuni langit keempat, ia dijuluki al waliy atau kekasih Allah

e.       Oleh penghuni langit kelima, ia dijuluki at-taqiy atau hamba yang bertaqwa

f.       Oleh penghuni langit keenam, ia dijuluki al-khozin atau penjaga

g.      Oleh penghuni langit ketujuh, ia dijuluki azazil atau yang sangat mulia.

Azazil pernah diutus menjadi penasehat para malaikat selama 20.000 tahun, pernah diutus menjadi penjaga surga selama 10.000 tahun, tapi karena kesombongannya akhirnya ia dikeluarkan dari surga.

7.      Seleksi mana yang halal-mana yang haram

Karena sejatinya rejeki sudah disiapkan oleh Allah.

Hal ini bukan berarti kita lepas tangan dan menunggu rejeki datang, tetapi beriktiar juga mencari rejeki yang halal.

Kajian Ramadlon ke-19 ,Selasa 12 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Hidup harus selalu tawakkal.

Tawakkal secara etimologi adalah mewakilkan atau pasrah.

Tawakkal adalah menyerahkan diri kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu usaha. Maka tawakkal adalah bagian dari usaha.

Menurut ulama “menyerahkan diri kepada Allah dalam menanti akibat/ menunggu hasil dari yang kita usahakan (berarti usaha dulu).

Tawakkal merupakan sikap mental seorang mukmin kepada Allah.

Orang yang tidak tawakkal cenderung setres sebab mentalnya terganggu, biasanya ia tidak bisa menerima keadaan, orang tidak tawakkal berarti tidak bersyukur kepada Allah sehingga suudzon kepada Allah (akidah rusak).

Nasehat “Ilmu banyak tidak terlalu perlu (maksudnya masih ada juga yang lebih penting), yaitu wajib bagi seorang shalik mempunyao guru mursyid (murobbi ruh) adalah yang memandu muridnya untuk menuju Allah.

Artinya di dalam memahami agama tidak boleh otodidak.

Butuhnya murid kepada guru mursyid diibaratkan bagaikan butuhnya padi terhadap pak tani.

Secara garis besar guru mursyid adalah guru yang bertanggung jawab dalam membimbing muridnya dalam perjalanan rohani sang murid kepada Allah dengan jalan thoriqoh sufiyah.

Thoriqoh sufiyah(jalan sufi) ibarat madrasah, sehingga tidak lepas dari tasawuf sebab tasawuf adalah program pendidikan yang menitik beratkan pada penyucian hati dan jiwa, sebab hati dan jiwa adalah hijab antara mahluk dengan Allah.

Untuk mereka yang menganggap sesat atau membid’ahkan thoriqoh, dijawab saja berarti anda mengikuti jalan fiqih ya bid’ah. Sebab yang membatalkan sholat, syarat sholat dll pun tidakada dalam Al qur’an

Amalan thoriqoh yang sah untuk diikuti (mu’tabaroh), sebab ada yang ghoiru mu’tabaroh yang sanadnya tidak muttasil ila rosulillah.

Kurang lebih ada 45 thoriqoh yang mu’tabaroh di Nahdlatul Ulama’.

Kajian Ramadlon ke-20 ,Rabu 13 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Kriteria guru mursyid:

1.      Alim (orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya)

2.      Orang yang meninggalkan hubb ad-dunya (di hati), cinta derajat pangkat

Beliau harus itba’ dengan seseorang yang bashiroh yang mana sanad keilmuannya muttasil ila rosulillah (Sebab ada orang yang bashiroh tapi kasyfus syaithon

)

(yakni meniru gurunya dalam menghiasi ahlaq mulia)

3.      Selalu memperbaiki diri salam melatih hawa nafsu (menjaga lesannya, makannya dari perkara harom), menyedikitkan tidur

4.      Lisannya selalu bersholawat

Dalam kitab afdolus sholawat ala sayyidi sadat karya syaikh ismail an nabhani, syekh nuruddin as-sunni dalam sehari membaca sholawat 10rb kali, syaikh ahmad az zawali sehari 40rb kali

Dalam kitab kasyful hummah imam sya’roni mengutip beberapa pendapat ulama’, minimal seseorang membaca sholawat siang 700x malam 700x sedang ulama’ lain mengatakan minimal siang 350x malam 350x.

Sedangkan menurut imam abu tholib al makky sehari semalam seseorang harus baca sholawat sehari semalam 300x

Guru mursyid yang memiliki sifat ini telah diberi nur kanjeng Nabi Muhammad. Akan tetapi menemukan guru mursyid yang seperti ini sulit (langka), karena beliau-beliau biasanya tidak menampakan diri, maka beruntung sekali orang yang menemukan guru mursyid.

“Barang siapa yang beruntung telah memiliki guru mursyid, dan guru mursyid tadi telah menerimanya maka hormatilah beliau lahir batin, jangan hanya hormat di depannya tapi dibelakangnya menjelekkan”.

Cara menghormati murrobi ruh secara dzohir adalah jangan ngeyel, jangan memperlihatkan ibadah dan keilmuan dihadapan beliau

Cara menghormati murrobi ruh secara batiniah adalah jangan pernah mengiyakan secara dzohiriyah tapi batinnya mendustakan, walau melihat kejelekannya harus tetap menghormati.

Ketika ada suatu titik dimana kita tidak dapat menerima fatwa beliau, maka sementara menjauh dulu untukn mencocokkan sampai hati kita menerima, tapi selama kita menjauh dari murobbi ruh jangan sampai dekat dengan shohibi as-su’.

Perilaku tasawuf terlihat dari dua ahlaq:

1.      Istiqomah dengan Allah

Menurut Sayyidina Abu bakar “Ketika sudah meyakini tuhan semesta adalah Allah, maka istiqomahlah jangan berpaling dari Allah”.

Jika istiqomah diartikan selalu berjalan dalam kebaikan, maka gagalah kita dalam menjalani agama Allah dan ini adalah ngawur.

Sebuah hadiah terindah untuk umat Nabi Muhammad adalah dihadiahi surat Al fatihah dan akhir surat Al Baqoroh.

2.      Tenang berinteraksi dengan mahluk Allah [berinteraksi dengan sifat hilmi (aris atau penyantun: moderat, toleran) ]

3 tanda sifat hilmi:

1.         Tetap mensilaturahim pada orang yang membencinya

2.         Memberi pada orang yang membenci kita

3.         Memaafkan orang yang mendzoliminya

Ubudiyah:

1.      Bagaimana kita menjaga syariat

2.      Bagaimana kita ridlo terhadap qodo qodar Allah, dan bagaimana kita melihat Allah dalam memberi nasib pada orang lain

3.      Meninggalkan hawa nafsu menuju cinta Allah

Cara Ttwakkal yaitu meyakini sesuatu yang sudah dicatat untukmu maka pasti akan terjadi untukmu, maka berusahalah.

Kajian Ramadlon ke-21 ,Kamis 14  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Ikhlash yaitu ketika semua amalmu kamu tunjukkan murni hanya untuk Allah (tidak ada sampingannya). Ditandai dengan tidak bahagia ketika di puji dan tidak sedih ketika di cela.

Kebalikan dari ikhlash adalah riya’

Riya itu tumbuh subur dihati kita semua ketika kita menganggap agung terhadap peran mahluk.

Obat riya adalah:

1.      kita harus memandang dengan yakin bahwa mahluk adalah orang yang tunduk di bawah kekuasaan Allah dan sifat rahim orang tua merupakan sifat titipan dari Allah

2.      melupakan amal kebaikan

3.      melupakan hak amal baiknya di akhirat, tidak menuntut balasan di akhirat atas amal kebaikannya.

Nasehat “barang siapa mengamalkan ilmu, maka ia akan mewariskan atau diberi Allah ilmu yang sebelumnya tidak diketahui (ladunni).

Nabi Musa mencari nabi khidir merupakan teguran dari Allah karena ketika ditanya siapakah yang paling pandai, nabi musa menjawab aku.

Yusa bin luth adalah pengikut nabi musa ketika mencari nabi khidir.

Ilmu yang diberikan Nabi khidir pada nabi musa adalah ilmu ma’rifat.

Wahai musa aku telah diberi Allah ilmu yang hanya saja aku saja yang tahu, begitu pula kamu makanya kita tidak boleh sombong.

Pesan moral dari cerita nabi musa dan nabi khidir adalah “tidak semua hal harus ditanyakan pada sang guru, sebab kadang ada perintah yang tidak bisa kita fahami”.

Nasehat imam ghozali pada muridnya:

1.      jangan banyak bertanya

2.      jika bertanya harus dipikir dahulu

3.      banyaklah mentadaburi alam maka kamu akan menemukan keajaiban-keajaiban bahwa kita tidak ada apa-apanya dihadapan Allah.

Nasehat Imam Ghozali “jika kamu sudah mampu memasrahkan jiwa dan ragamu pada Allah maka berjalanlah kesana, tapi kalau belum mampu jangan menjadi seorang shalik dulu maka badlu ar ruh (serahkan jiwa pada Allah) dulu”.

Salah satu kotoran ruh adalah hubb ar-riyasah.

Mengapa kita harus pasrah pada Allah? Karena Allah ingin kita bahagia, karena tawakkal itu indah.

Kajian Ramadlon ke-22 ,JUM’AT 15  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

(Shohifah 17)

Ada 4 penyakit bodoh (3 yang awal tidak ada obatnya, hanya satu yang ada obatnya):

1.      Ketika ada orang bodoh menanyakan suatu pertanyaan, bukan karena ingin tahu tetapi motivasinya adalah kebencian (pengen ngetes), ketika kita menghadapi orang demikian menurut imam ghozali diamkan saja, jangan sibuk meladeni.

Sebab kalau orang hasud kita jawab dengan sebaik-baik pertanyaan pun ia akan bertambah hasudnya, maka tidak ada gunanya kita meladeni orang demikian.

Orang hasud tidak ada obatnya, obatnya ada di dirinya sendiri.

2.      Orang yang menanyakan kita pada suatu pesoalan, pertanyaannya minal hamaqoh (orang yang dungu/bebal). Sampai nabi isa saja kuwalahan menghadapi hamaqoh: “aku bisa menghidupka orang mati, tapi untuk meladeni ahmaq aku tidak mampu”.

Lalu siapa orang dungu itu? Yaitu orang yang baru belajar ilmu (belum lama), lalu ketika ia menemui musykil ia menanyakan pada orang alim. Tetapi karena dungunya ia pun menyangka bahwa hal yang sulit untuknya pun juga musykil buat orang lain, sekalipun ia alim. Orang seperti ini tidak tahu kedudukan dirinya.

Imam Syafi’i “untuk berhujjah dengan 10 orang alim saya mampu, tapi untuk berhujjah dengan orang dungu saya tidak mampu”

3.      Orang yang sebenarnya bertanya untuk mencari petunjuk (istifadah) tetapi ia malah menuduh orang alim tadi tidak paham pertanyaan yang ia tanyakan. Padahal sebenarnya ia sendiri yang tidak paham hakekat pertanyaannya sendiri.

Misal ada orang bertanya mengenai islam nusantara sudah dijawab tetapi malah ia mengira jawaban alim tadi salah, yang sebenarnya ia sendiri yang belum paham  konsep islam nusantara.

4.      Seseorang yang bodoh dan mengusahakan segala hal untuk menerima jawaban dari orang alim, orang yang menyadari bahwa ia bodoh dan mau belajar (baiknya kita bantu).

Kajian Ramadlon ke-23 ,SABTU 16  Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Imam Ghozali:

Ada 8 hal agar ilmu tidak menjadi musuhmu (tinggal 4 perkara, laksanakan 4 perkara):

           1.         hindari berdebat, kecuali untuk mendudukkan perkara yang haq kalaupun harus berdebat boleh asalkan:

a.       Dapat menjaga hati (ketika yang haq dikeluarkan dari mulut orang lain maka ridlolah, dikarenakan kita tidak mendahului mengatakan perkara yang haq)

b.      Lakukan ditempat yang sepi.

           2.          jangan mudah menasehati, jikalau ingin memberi nasehat, kamu boleh memberi nasehat untuk orang lain setelah kamu menasehati dirimu sendiri dan kamu mampu menerimanya. Jika memang ternyata kamu menjadi tokoh dan harus menasehati, maka:

a.       Lakukanlah nasehat itu dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.

Dan nasehatilah dalam hal mengingatkan neraka dan akhirat, mengingatkan dalam hal berkhidmah pada Allah, mengingatkan mengenai umurmya, tantangan keimanan, keadaan penyabutan nyawa, pertanyaan malaikan munkar nakir, pos2 di akhirat, dan shirothol mustaqim.

Misal: ketika memberi tahu mengenai datangnya banjir, apakah kamu akan memberi tahukan dalam bahasa yang sulit dipahami? Tentu jika itu terjadi nasehat tidak akan masuk secara sempurna, kesulitan.

b.      Jangan sampai nasehatmu menjadikan dirimu dipuja-puja, sehingga mereka berkata “ini majlis yang baik” karena tujuan itu menjadikan ghoflah.

Maka nasehatilah dalam hal mendahulukan akhirat, dan jadikan dunia wasilah menuju akhirat.

Kajian Ramadlon ke-24 ,AHAD 17 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

           3.         Jangan terlalu dekat dengan pejabat (tapi jangan ditinggalkan, tetap ditemani untuk sama-sama membimbing dan mensejahterakan masyarakat), jikalau harus berdekatan maka hindari memuji-muji mereka.

           4.         Jangan mudah menerima pemberian penjabat, ditakutkan kita nanti akan thoma’ dan cari muka dihadapan pejabat. Intinya jangan mudah mendekati pejabat tanpa ilmu dan hati yang kuat.

Adapun 4 hal yang dilakukan adalah:

1.        Jadikanlah hubunganmu dengan Allah sebagaimana hubungan asisten kepercayaanmu berhubungan denganmu.

Maksudnya sangat membantu dan sangat percaya, bahkan tuannya sangat tergantung pada budaknya

2.        Setiap kali berinteraksi dengan manusia jadikanlah hubunganmu dengan manusia sebagaimana kita berinteraksi dengan orang lain (memanusiakan manusia).

3.        Ketika kita mendalami suatu ilmu apapun, hendaknya adanya ilmu yang kau pelajari tadi bisa berefek pada tazkiyatun nafs dari sesuatu yang menjadikan hidupmu susah. Apapun ilmu yang kamu pelajari menjadikan kamu bahagia dan bersih hatimu.

Jika kau ingin mengetahui gerak-gerik hati, maka lihatlah kitab ihya dan karangan-karanganku yang lain. Ilmu ini (hukumnya) fardhu ain dan yang selainnya (hukumnya) ilmu fardhu kifayah, kecuali sekedar mampu untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban Allah ta’ala. Semoga Dia  menolongmu sampai kau mendapatkannya.

Kajian Ramadlon ke-25 ,SENIN 18 Mei 2020 (Kitab Ayyuhal Walad)

Shohifah 23 (Nasehat terakhir dari Imam Ghozali)

4.    Jangan mengumpulkan harta benda untuk kecukupan lebih dari satu tahun.

Karena rosululloh saja memberi nafaqoh ke sebagian isterinya yang belum kuat imannya (untuk kecukupan selama setahun), bahkan untuk isteri yang kuat imannya (nafaqohnya hanya untuk kecukupan satu hari bahkan setengah hari)

Bukan karena miskin, tapi untuk melatih agar tidak hubbud dunya.

Sumber nafaqoh nabi untuk istri-istrinya:

1.    Harta feq (pajak dari kafir dimmi)

2.    Ghonimah (harta jarahan perang) Rosul mendapat seperlima dari keseluruhan ghonimah

3.    Hadiah baik dari orang islam maupun non muslim

Ketika diberi sesuatu kanjeng nabi rutin bertanya, apakah pemberian ini hadiah atau sedekah. Sebab rosululloh tidak boleh menerima shodaqoh.

Isteri rosululloh zainab (sang dermawan, dalam istilah arab disebut tangan panjang) beliau ahli shodaqoh. Rosululloh berhasil mendidik agar ummahatul mu’minin menjadi contoh bagi yang lain.

Bertakwalah kalian atas isterimu, sebab isterimu itu ibarat tawanan. Kalian mengambil mereka dengan amanah Allah, kalian halalkan mereka dengan kalimat Allah maka wajib bagimu suami untuk memberi nafkah.

Jangan suka menumpuk harta, karena itu bisa menyebabkan hisab yang berat di akhirat.

Wahai anakku, sudah kutuliskan nasehat-nasehat yang kamu minta, maka tolong kamu laksanakan dengan baik. Jangan lupa sebut namaku dalam doa-doamu (menunjukan ketawadluan imam ghozali). Barokah ilmunya dengan mendoakan guru (taalluq pada guru).

Adapun doa yang kamu minta, tolong baca setelah sholat maktubah jangan sampai kamu tinggalkan.

اللهم اني اسألك من النعمة تمامها، ومن العصمة دوامها ومن الرحمة شمولها ومن العافية حصولها ومن العيش ارغده ومن العمر اسعده ومن الاحسان اتمه ومن الانعام اعمه ومن الفضل اعذبه ومن اللطف انفعه. اللهم كن لنا ولا تكن علينا.

اللهم اختم بالسعادة آجالنا وحقق بالزيادة آمالنا واقرن بالعافية غدونا وآصالنا واجعل الى رحمتك مصيرنا ومآلنا واصبب سجال عفوك على ذنوبنا ومن علينا باصلاح عيوبنا واجعل التقوى زادنا وفي دينك اجتهادناوعليك توكلنا واعتمادنا

اللهم ثبتنا على نهج الاستقامة واعذنا في الدنيا من موجبات الندامة يوم القيامة وخفف عنا ثقل الاوزار وارزقنا عيشة الابرار واكفنا ما اهمنا في هذه الدار وفي تلك الدار واصرف عنا شر الاشرار وكيد الفجار واعتق رقابنا ورقاب آبائنا وأمهاتنا واخواننا واخواتنا من النار برحمتك يا عزيز يا غفار يا كريم يا ستار يا خالق الليل والنهار خلصنا من هم الدنيا وعذاب القبر والنار يا عليم يا جبار يا الله يا الله يا الله برحمتك يا ارحم الراحمين ويا اول الاولين ويا أخر الآخرين ويا ذا القوة المتين وياراحم المساكين ويا ارحم الراحمين لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين. وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه اجمعين. والحمد الله رب العالمين.

واللّه أعلم بالصواب.

Komentar

Postingan populer dari blog ini